Join MultiplyOpen a Free ShopSign InHelp
MultiplyLogo
SEARCH

Kitab Suluk Kehidupan

ahmad

Zarkasi Laros adalah putra Banyuwangi yang bershio Kelinci. Kini tengah bergiat dalam penulisan bebas.
HomeMonggo Pinarak (SILAKAN MASUK)Jan 9, 2007
Dinding dunia maya ini biarkan menjadi kertas virtual yang mendokumentasi semua coretan kita. Bagian terpenting dalam coretan ini bukanlah muatan isi, melainkan waktu dan kesempatan untuk menulis dan terus belajar atas apa yang telah kita lakukan.

Silakan untuk mengutip isi tulisan ini jika bermanfaat bagi ilmu pengetahuan. Namun, jangan lupa untuk menyebut sumber dan identitas penulis. Media ini bentuk kebebasan dan kesadaran terhadap kehidupan ini.

Blog EntryNov 17, '10 8:00 AM
for everyone
“Selama banteng-banteng Indonesia masih mempunyai darah merah yang dapat membikin secarik kain putih, merah dan putih, maka selama itu tidak akan kita mau menyerah kepada siapapun juga. Saudara-saudara rakyat Surabaya, bersiaplah! Keadaan genting. Tetapi saya peringatkan sekali lagi, jangan mulai menembak! Baru kalau kita ditembak, maka kita akan ganti menyerang mereka itu.” (Pidato Bung Tomo 9 November 1945, sehari sebelum pertempuran 10 November 1945)

 Pidato heroik itu terjadi 65 tahun lalu ketika bangsa Indonesia baru seumur jagung. Republik Indonesia masih berumur tiga bulan saat pidato pembakar semangat arek-arek Suroboyo itu dikumandangkan Bung Tomo.

 Berkat pidato yang kini dapat diunggah di situs unggahan youtube.com itu, laskar perjuangan rakyat bersama TKR (TNI era revolusi 1945) membabat habis pasukan sekutu yang diboncengi oleh tentara Belanda.

 Dokumen sejarah menyebut jumlah tentara sekutu yang mendarat di Tanjung Perak saat itu berjumlah sekitar 5 ribu prajurit. Sementara, laskar perjuangan Indonesia jauh lebih banyak hingga tembus 30 ribu prajurit.

 Berkat Pidato Bung Tomo yang disiarkan melalui radio perjuangan, para relawan berbondong-bondong untuk datang ke Surabaya. Mereka ada yang datang dari batalyon Kediri, Malang, Kepanjen, Sidoarjo, Pasuruan, dan masih banyak lagi.

 Namun, masalah utama laskar Indonesia justru terletak pada persenjataan. Senjata utama laskar Indonesia adalah senjata hasil lucutan Jepang. Lebih dari itu, para relawan menggunakan senjata seadanya mulai bambu runcing, pedang, atau belati.

 Karena itu, korban berjatuhan dari kedua pihak . Indonesia kehilangan 15 ribu mujahid dalam perang itu. Sedangkan sekutu kehilangan 6 ribu tentara khususnya. Bahkan, Brigadir Jenderal Mallaby, pemimpin pemerintahan militer HIndia Belanda yang ditugasi sekutu, turut tewas oleh tembakan bedil prajurit Indonesia.

 Namun, itu tidak menyurutkan para mbah-mbah kita untuk membulatkan tekad menegakkan kedaulatan Republik Indonesia. Para mbah-mbah kita satu kata soal Merdeka dari penjajahan. Nyawa, harta, keluarga, telah menjadi pertaruhan agar kita mendapat kebebasan di masa sekarang.

 Hari ini, kita memperingati peristiwa yang kini dikenal dengan Hari Pahlawan itu yang ke-65. Lebih dari setengah abad peristiwa itu terjadi. Adakah dari kita, rekan-rekan sekalian, dan masyarakat sipil lain, mengenang peristiwa itu dengan tulus? Selantun doa agar mereka layak ditempatkan di sisi-Nya? Semenit waktu untuk mengheningkan cipta di pagi hari ini tadi?

 Sebagai generasi penerus yang berbakti kita wajib mengenang mereka itu. Tanggung jawab kita di masa kini adalah meneruskan perjuangan mereka. Kebodohan, kemiskinan, dan keterpurukan di segala lapisan masyarakat adalah musuh kita bersama. Kepedulian rekan-rekan mengentas tiga hal itu sangat menentukan. Sudahkah rekan-rekan melakukan hal kecil untuk orang lain dan masyarakat untuk mengentaskan tiga hal itu? Selamat Hari Pahlawan.

Malang, 10 November 2010


MusicMar 17, '09 4:53 AM
for everyone
koplo - menunggu  sera 

Photo AlbumWaktu itu..Feb 23, '09 10:33 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Blog EntryJun 21, '08 7:56 AM
for everyone
Delapanbelas harinya Sabtu
bulan Sya`ban ketika waktu
pukul empat jamnya itu
haji berzikir di pemarakan tentu
Haji ratib di pengadapan
berkampung bagai mengadap ayapan
tidaklah ada malu dan sopan
ratib berdiri berhadapan
La ilaha illa'llahu dipalukan ke kiri
kepada hati nama sanubari
datanglah opsir meriksa berdiri
haji berangkat opsirpun lari
......
Haji berteriak Allahu akbar
datang mengamuk tak lagi sabar
dengan tolong Tuhan Malik al-Jabbar
serdadu Menteng habislah bubar
......
Haji berteriak sambil memandang
hai kafir marilah tandang
syurga bernaung di mata pedang
bidadari hadir dengan selendang
Di situlah haji lama terdiri
dikerubungi serdadu Holanda pencuri
lukanya tidak lagi terperi
fanalah haji lupakan diri


Photo AlbumDarling dan darkumDec 25, '07 2:28 AM
for everyone
ddd
dThumbnaild
ddd

Blog EntryApr 22, '07 2:49 PM
for everyone

       Di dalam hari-hari maghfirah ini, yang pertama kali harus kita lakukan adalah mohon ampun kepada Allah SWT atas segala dosa-dosa. Kemudian yang kedua adalah kita mohonkan maghfirah (ampunan) kepada Allah SWT untuk para leluhur kita, baik yang sudah wafat maupun masih hidup. Kita mendo’akan mereka dengan cara mengirim Fatihah serta do’a. Leluhur yang  sudah wafat dido’akan supaya semua amal mereka diterima di sisi Allah SWT dan semua dosa-dosa mereka diampuni oleh-Nya, sedangkan leluhur yang masih hidup, kita do’akan semoga mereka diberi kehidupan yang jembar (luas) yang di dalam bahasa Al-Qur’an disebut dengan Dzu sa’atin. Yang dimaksud dengan kehidupan yang jembar adalah luas pikiran, hati dan rezekinya. Orang-orang yang rajin mendo’akan leluhur, niscaya akan rajin dido’akan oleh anak-cucunya. Sama dengan orang yang suka melayat jenazah, maka ketika dia meninggal dunia, tentu banyak orang yang melayat untuknya. Begitu juga dengan orang yang suka membaca tahlil untuk orang yang wafat, maka dia akan ditahlili ketika sudah wafat.

       Hal ketiga yang harus kita lakukan adalah mendo’akan anak-anak kita. Mendo’akan anak adalah penting, namun sekarang sudah banyak yang melupakan hal itu. Banyak orang tua mengira kalau anak hanya memerlukan makan, minum, sangu (bekal) dan sekolah. Padahal kenyataannya, semua itu belum cukup, karena anak-anak kita memerlukan do’a kita sebagai orang tua. Jika orang tua hendak mendo’akan putera-puterinya, maka dia harus mendo’akan mereka satu persatu. Orang tua mesti mengetahui apa yang dibutuhkan oleh masing-masing anaknya. Al-Qur’an telah menyebut anak dalam 4 tipe:

1.      Anak yang disebut Qurratu A’yun. Secara bahasa, kata Qurratu A’yun berarti; biji mata. Akan tetapi yang dimaksud dengan anak yang Qurratu A’yun adalah anak yang sudah beres dunia dan akhiratnya, yang beres hidupnya, yang beres akhlaqnya kepada orang tua dan beres perilakunya terhadap lingkungannya, baik lingkungan masyarakat maupun lingkungan alam. Istilahnya, anak yang Qurratu A’yun adalah anak yang jangkep (sempurna) agamanya, jangkep hidup dunianya, sehingga dia akan memperoleh kebaikan di dunia maupun di akhirat (Fiddunya hasanah wa fil akhirati hasanah). Perumpamaan anak yang Qurratu A’yun adalah anak pintar, shalih, berakhlaq mulia, bermanfaat dan bisa mengerti kondisi orang tuanya.

2.      Anak yang menjadi hiasan (pepaes ; zinah). Anak tipe ini adalah anak yang bisa dibanggakan oleh orang tuanya ketika di dunia saja, karena kehidupan akhiratnya masih belum jelas. Misalnya anak yang menjadi Bupati ataupun Gubernur. Seorang anak yang bisa dibanggakan oleh orang tuanya sudah bisa disebut akan dalam kategori zinah (perhiasan) ini, baik dia bisa mendatangkan manfaat maupun tidak. Perumpamaan anak kategori zinah untuk saat ini adalah peserta Indonesian idol, sekolahnya bernama Akademi Fantasi, dan isinya hanya gaya, mejeng, pepaes, berbusa-busa dan fantasi belaka.

3.      Anak yang menjadi fitnah, yaitu anak yang bisa mendatangkan fitnah untuk keluarga. Misalnya; Seorang ayah mempunyai perilaku yang baik, namun tingkah laku anaknya tidak karu-karuan (berperangai buruk), misalnya; mengonsumsi narkoba. Inilah yang kemudian diistilahkan dengan “anak polah, bopo kepradah”. Pada masa sekarang juga berlaku istilah “bopo polah, anak kepradah”, misalnya; Seorang ayah dikabarkan ditangkap polisi karena suatu kasus, kemudian anaknya menjadi terkucil di sekolah. Meskipun demikian, yang paling banyak terjadi adalah anak yang membawa fitnah bagi orang tuanya.

4.      Anak yang menjadi musuh orang tua. Misalnya; Seorang akan ketika masih kecil dididik oleh orang tuanya, ketika sudah besar, anak itu berani melawan, berkhianat, bahkan tega  membunuh orang tua kandungnya sendiri.

       Jadi, anak kita tidak cukup hanya dimodali dengan materi, sekalipun materi adalah penting bagi mereka. Anak kita tidak cukup dimodali dengan ilmu, sekalipun ilmu juga sangat penting bagi mereka. Selain materi dan ilmu, anak kita harus dimodali satu hal lagi yaitu dimohonkan ampun serta dido’akan secara rutin. Mudah-mudahan kita semua diberi keluarga yang sakinah, keluarga yang di dalamnya ada suami yang bertanggung-jawab, istri yang taat, anak-anak yang shalih dan abrar (tidak  ngisin-ngisini), cukup sandang, cukup pangan, rezeki yang berkah, hidup di dunia luas dan cukup, serta menghadap kepada Allah SWT dalam keadaan Husnul Khatimah. Amiin.


Blog EntryFeb 22, '07 10:15 AM
for everyone
    

Refleksi 13 tahun OSPAM mengabdi

oleh : Ratu Adil

Pesantren Mahasiswa Al-Hikam

Belajar, berjuang, dan mengabdi

Membina citra diri generasi berprestasi

Berakhlak mulia

 

Tiga motto Pesantren Al-Hikam merupakan salah satu ringkasan tujuan didirikannya Pesma Al-Hikam: Amaliyah agama, prestasi ilmiah, dan kesiapan hidup. Ketiganya merupakan tugas suci yang diemban Al-Hikam dalam menyelenggarakan sistem pendidikan Pesantren semi modern ini.

            Stratifikasi pendidikan yang berlaku dalam Pesma Al-Hikam ada dua, yaitu Ustadz, termasuk didalamnya Bapak Pengasuh dan dewan Ustadz, dan santri yang dimotori oleh OSPAM.  Keduanya mempunyai hubungan yang saling melengkapi (komplementer) dan bersifat semi horizontal serta terbuka.

            Dewan Asatidz adalah dewan pembina yang bersama-sama santri bisa menjadi partner dalam belajar. Sedangkan santri merupakan subyek mutlak penuntut Ilmu. Subyek mutlak berarti dituntut peran aktifnya dalam menjalankan aktivitas pembelajaran baik dari segi akademis (dirosah) maupun segi praktis (amaliyah).

 

            Pesantren mahasiswa Al-Hikam

            Belajar menjadi bijaksana

            Membina tunas muda generasi masa depan

            Demi Indonesia

 

            OSPAM, Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang, merupakan Organisasi yang mewadahi segala ide akademis dan praktis seluruh santri Al-hikam. Jika menyimak begitu besarnya peranan ini, maka OSPAM harus bisa melahirkan kader-kader Al-Hikam yang unggul prestasi akademis pesantren dan akademis kampus serta menjadi distributor kader jika tidak sanggup dalam mewadahi minat santri dalam berorganisasi. Dengan kata lain OSPAM seharusnya menjadi media pengenalan terhadap kehidupan pergerakan organisasi mahasiswa, khususnya yang berbasis kultural Nahdlatul Ulama.

            Basis pengkaderan formal (up-grading, Achievement Motivation Training, pelatihan kepemimpinan, pelatihan kewirausahaan, dan pelatihan-pelatihan sejenisnya) yang diselenggarakan OSPAM idealnya bisa mengawal potensi kader-kader yang muncul dipermukaan. Dan idealnya jangan hanya bisa menghabiskan anggaran pendapatan dan belanja Organisasi. Sehingga kesimpulannya, OSPAM jangan hanya terjebak dengan kegiatan-kegiatan pengkaderan formal, tetapi harus bisa memanfaatkan celah pengkaderan informal yang bisa mengawal potensi terselubung sekaligus yang tidak terawat.

            Jangan pernah mengatasnamakan kekurangan sebagai sesuatu hal yang dijadikan apologi (permintaan maaf, pen), tetapi jadikanlah kelebihan sebagai sesuatu hal yang bisa kita explore untuk mengawal perubahan yang akan kita jelang suatu saat nanti, terutama mengawal perubahan dunia sosial Pesantren secara khusus dan Indonesia secara umum. Itupun jika OSPAM (entah pengurus kapan penulis tidak tahu) bisa menempatkan diri sebagai agen of change sebagai mahasiswa sekaligus implementasi muslim yang isya allah kaffah dalam konteks perubahan yang lebih luas, yaitu mengawal dinamika sosial Nusantara Indonesia tanah air tercinta.

 

Dengan ridlo Ilahi robbi

Ikhlas kami berjanji

Menjunjung sunah nabi

Dengan tulus dan suci

 

            Akhirnya dengan perjuangan menegakkan kalimat Tuhan, semoga Pesma Al-Hikam umumnya dan OSPAM khususnya, kedepan bisa memberikan kontribusi konkrit bagi bangsa Indonesia. Bisa menjadi kader pemimpin agama dan bangsa yang selalu menjadi titik tengah bagi segala permasalahan bangsa. Dengan modal sunah nabi yang selalu kita perjuangkan, isnya allah menjadi golongan nabi yang diridloi Allah dan Rasul-Nya yaitu Ahlus Sunnah Wal Jama’ah.

 

Pesma Al-Hikam...

Demi satu almamaterku, satu perjuanganku, satu komando, satu barisan.

 

Hidup Santri...

Hidup Mahasiswa...


Blog EntryFeb 11, '07 3:01 PM
for everyone
Konon katanya, masyarakat negeri seberang lebih makmur hidupnya

Konon kabarnya, keamanan di negeri tetangga lebih canggih dari kita

Konon beritanya, kearifan negeri sahabat lebih tinggi dari peradaban bangsa kita

Konon ceritanya, kita saat ini dijajah oleh bangsa pemilik modal

Konon mitosnya, kita saat ini adalah negeri bodoh yang diombang-ambingkan oleh Badai tak berujung

Tapi, apakah ada negeri tetangga yang LUAR BIASA ELOKNYA, hingga moyangku Jenderal Besar Soedirman rela sakit-sakitan ditandu untuk gerilya menyelamatkannya.

INGATLAH HAI PEMUDA PENERUS BANGSA....

JANGAN KAU ENAK-ENAK BERFOYA-FOYA, sementara aku di kubur merana, kecewa, menjerit.

Tak tahan melihat Tumpah Darahku tercabik-cabik oleh penindasan

HAI GENERASI MUDA, ayo tunjukkan semangatmu melebihi semangatku dulu

DEMI MERAH PUTIH DAN PANCASILA KU YANG TAK PERNAH LUNTUR OLEH WAKTU

TAN HANA DHARMA MANGRUA

BENAR SALAH ADALAH NEGERIKU INDONESIA PUSAKA

© 2012 Multiply · English · About · Blog · Terms · Privacy · Corporate · Advertise · API · Help · Sitemap
Template design Copyright © 2005 Jeff Miller